Obat Terbaik untuk Atasi BAB Keras yang Bisa Dibeli di Apotek – BAB keras atau konstipasi bisa sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan pencernaan. Kondisi ini sering di sebabkan oleh kurangnya asupan serat, dehidrasi, atau kurangnya aktivitas fisik. Jika mengalami masalah BAB keras, beberapa obat pencahar yang tersedia di apotek bisa membantu melancarkan pencernaan. Berikut ini adalah rekomendasi obat BAB keras yang bisa Anda temukan di apotek.
1. Laktulosa (Lactulose)
Laktulosa adalah obat pencahar osmotik yang bekerja dengan cara menarik air ke dalam usus, sehingga melunakkan tinja dan mempermudah buang air besar. Obat ini sering di rekomendasikan untuk orang yang mengalami sembelit kronis dan aman di gunakan dalam jangka panjang, termasuk untuk anak-anak dan lansia.
Cara Penggunaan:
- Dosis umum untuk dewasa: 15-30 ml per hari.
- Bisa di minum langsung atau di campur dengan air atau jus.
2. Bisakodil (Dulcolax)
Bisakodil adalah obat pencahar stimulan yang bekerja dengan merangsang pergerakan usus besar. Obat ini cocok bagi yang mengalami konstipasi sementara atau membutuhkan bantuan cepat untuk BAB.
Cara Penggunaan:
- Tersedia dalam bentuk tablet dan suppositoria (obat yang di masukkan ke dalam dubur).
- Untuk tablet: di konsumsi sebelum tidur agar efeknya bekerja keesokan harinya.
- Untuk suppositoria: bekerja dalam waktu 15-60 menit setelah di gunakan.
Baca juga: Dokter Bedah Saraf Diagnosis Operasi & Pemulihan Pasca Bedah
3. Magnesium Hidroksida (Milk of Magnesia)
Obat ini termasuk dalam golongan pencahar osmotik yang bekerja dengan cara menarik air ke dalam usus, melunakkan feses, dan memudahkan BAB. Selain itu, magnesium hidroksida juga membantu mengurangi asam lambung berlebih.
Cara Penggunaan:
- Di minum sebelum tidur agar efeknya terasa pada pagi hari.
- Cocok untuk konstipasi ringan hingga sedang.
4. Senna (Senokot)
Senna adalah obat pencahar alami berbasis herbal yang mengandung senosida. Senyawa ini merangsang gerakan usus untuk mendorong tinja keluar dengan lebih mudah.
Cara Penggunaan:
- Di minum pada malam hari agar efeknya terasa keesokan harinya.
- Tidak di anjurkan untuk penggunaan jangka panjang karena bisa menyebabkan ketergantungan.
5. Polietilen Glikol (Forlax)
Obat ini bekerja dengan menarik air ke dalam usus untuk membantu melunakkan tinja dan melancarkan BAB. Polietilen glikol aman di gunakan dalam jangka panjang dan sering di rekomendasikan untuk penderita konstipasi kronis.
Cara Penggunaan:
- Larutkan bubuk dalam air sebelum di minum.
- Bisa di gunakan setiap hari sesuai dosis yang di anjurkan dokter.
6. Docusate Sodium (Dulcolax Stool Softener)
Docusate sodium berfungsi sebagai pelembut tinja yang membantu meningkatkan kandungan air dalam tinja sehingga lebih mudah di keluarkan. Cocok di gunakan oleh orang yang baru saja menjalani operasi atau memiliki kondisi medis yang membuat BAB sulit.
Cara Penggunaan:
- Di konsumsi dengan banyak air untuk hasil yang maksimal.
- Efeknya mulai terasa dalam waktu 12-72 jam setelah penggunaan.
Tips Mencegah BAB Keras
Selain mengandalkan obat pencahar, ada beberapa langkah yang bisa di lakukan untuk mencegah konstipasi, antara lain:
- Perbanyak konsumsi serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
- Minum air putih yang cukup untuk menjaga kelembapan feses.
- Rutin berolahraga agar sistem pencernaan lebih aktif.
- Hindari menahan BAB karena bisa memperburuk konstipasi.
Kesimpulan
Obat BAB keras yang tersedia di apotek sangat beragam, mulai dari pencahar osmotik seperti laktulosa dan polietilen glikol, hingga pencahar stimulan seperti bisakodil dan senna. Namun, penggunaan obat pencahar sebaiknya tidak di lakukan secara terus-menerus tanpa rekomendasi dokter. Jika konstipasi terjadi secara berkepanjangan atau di sertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.